- Awal Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, BMKG Minta Wilayah Ini Tetap Siaga Hujan
- Kepala Kantor Pertanahan Kota Jayapura hadiri FGD Penyelesaian Tumpang Tindih Batas Lahan
- Kepala Kantor Pertanahan Kota Jayapura Dorong Sinergi Perlindungan Lahan Pangan Berkelanjutan
- Kantor Pertanahan Kota Jayapura Gelar Rapat Koordinasi Internal dan Evaluasi Kinerja
- Kepala Kantah Kota Jayapura Resmi Dilantik Sebagai Ketua Panitia Ajudikasi PTSL Tahun 2026
- Kantah Kota Jayapura Ikuti Monev PTSL dan Lintor Bersama Kanwil BPN Papua
- Langkah Baru Dimulai: 5 PNS Kantor Pertanahan Kota Jayapura Resmi Dilantik
- Fitur Berbagi Akses Sertipikat di Aplikasi Sentuh Tanahku, Wujud Transparansi dan Keamanan
- Kantah Kota Jayapura Serahkan Penghargaan Petugas Loket Terbaik Bulan Mei kepada Billy Rischi Wotulo
- Upacara Hari Lahir Pancasila BPN Se-Jayapura Raya: Komitmen Mengamalkan Nilai Luhur Lewat Pelayanan
Laskar Mahesa Jenar di Ujung Tanduk: Bayang-bayang Degradasi ke Liga 3 Nyata di Depan Mata

SEMARANG – Awan mendung tengah menyelimuti tim kebanggaan warga Jawa Tengah, PSIS Semarang. Kekalahan telak 3-1 dari Persipura Jayapura pekan lalu bukan sekadar kehilangan tiga poin biasa, melainkan sebuah alarm bahaya yang menempatkan Laskar Mahesa Jenar dalam posisi paling kritis sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di kompetisi musim ini.
Hingga pekan ke-25, PSIS masih tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan raihan yang sangat minim, yakni hanya 20 poin. Posisi ini memaksa anak-anak asuh Semarang untuk menelan kenyataan pahit: mereka kini berada di zona merah dan dibayangi ancaman nyata play-off degradasi menuju Liga 3.
Dua Laga Penentu Nasib
Napas PSIS Semarang di Liga 2 kini bergantung pada dua laga sisa yang akan menjadi partai hidup-mati. Tidak ada pilihan lain selain menyapu bersih poin maksimal jika ingin tetap bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia.
Baca Lainnya :
- Simeone Masterclass: Meski Kalah di Kandang, Atletico Madrid Depak Barcelona dari Liga Champions0
- Tembok Kokoh London: Arsenal Redam Sporting CP demi Tiket Semifinal Bersejarah0
- Percepat Konektivitas Papua Tengah, Wapres Gibran Tinjau Langsung Pengembangan Bandara Douw Aturure0
- Arsenal Amankan Modal Berharga, Menang Tipis 1-0 di Markas Sporting CP0
- PSG Tampil Dominan, Tekuk Liverpool 2-0 di Parc des Princes0
Tantangan yang dihadapi pun tergolong sangat berat. Mereka dijadwalkan akan bertemu dengan pemuncak klasemen, PSS Sleman, sebelum akhirnya melakoni laga krusial melawan Kendal Tornado. Jika kembali gagal meraih poin penuh dalam dua laga final ini, impian untuk tetap bersaing di level profesional musim depan dipastikan akan sirna.
Kekhawatiran Suporter dan Manajemen
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan suporter setia, Panser Biru dan Snex. Penurunan performa yang drastis di paruh kedua musim menjadi sorotan utama. Manajemen PSIS diharapkan segera melakukan evaluasi mental dan teknis kilat agar para pemain mampu tampil lepas dan tanpa beban di sisa pertandingan yang ada.
"Kami tahu ini situasi yang sangat sulit, tapi kami tidak boleh menyerah. Fokus kami sekarang adalah memenangkan dua pertandingan sisa tersebut, apa pun caranya," ungkap salah satu perwakilan tim pelatih.
Dunia sepak bola kini menanti, apakah Laskar Mahesa Jenar mampu menunjukkan semangat juangnya dan melakukan keajaiban di menit-menit akhir, atau justru harus rela turun kasta ke liga amatir. Nasib PSIS Semarang kini sepenuhnya ada di tangan mereka sendiri.


.png)







